KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) mencatatkan pertumbuhan kredit per April 2018 sebesar 9,16% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 95 triliun.

Ketua Perbarindo Joko Suyanto menyatakan, seiring dengan pertumbuhan kredit, dana pihak ketiga (DPK) BPR juga naik 13% yoy.

“Kenaikan DPK lebih dari 10% ini mencerminkan BPR yang dikelola semakin dinamis dan baik,” kata Joko dalam Seminar revitalisasi bisnis BPR membangun ekosistem baru antara bank umum BPR dan fintech, Jumat (29/6).

Dari sisi profitabilitas sampai April 2018, BPR mencatat return on asset (ROA) sebesar 23%. Sampai akhir 2018, diproyeksi pertumbuhan kredit BPR mencapai 10%-12%.

Sedangkan, rasio pembiayaan bermasalah alias NPL sampai akhir 2018 diperkirakan di angka 4%-5%. Saat ini NPL BPR sebesar 6,8%. Masih tingginya NPL BPR, karena profil risiko UMKM umumnya cukup tinggi.

Namun dalam empat hingga lima tahun terakhir, tren NPL BPR masih sehat dan terkendali. Seiring dengan menurunnya NPL, BPR juga mencatat efisiensi yang cukup baik.

Leave a comment