Penyaluran kredit rendah, likuiditas BPR masih berlimpah

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat pertumbuhan kredit bank pengkreditan rakyat (BPR) sampai kuartal I 2018 sebesar 8,67% secara tahunan atau year on year (yoy).

Didik Madiyono Direktur Eksekutif Riset, Surveillance, dan Pemeriksaan LPS bilang, pertumbuhan kredit BPR lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK).

“Pertumbuhan DPK BPR pada kuartal I 2018 sebesar 11,85%,” kata Didik, Rabu (7/6).

Akibatnya, penggunaan dana untuk disalurkan sebagai kredit atau loan to deposit (LDR) BPR lebih rendah ketimbang rata-rata bank umum. LDR BPR tercatat di level 79% per akhir Maret 2018.

Dengan kondisi likudiitas yang masih longgar ini, risiko pengetatan likuiditas perbankan ini tidak terlalu terasa di industri BPR. Sebagai gambaran saat ini tercatat ada sebanyak kurang lebih 1.700 BPR di Indonesia.